Thursday, December 20, 2018

Legenda Sungai Cimanuk


Telah berkembang kisah turun temurun dikalangan masyarakat desa-desa di Kabupaten Indramayu, khusunya desa-desa yang berlokasi dibawah tanggul (Bantaran) sungai Cimanuk bahwa pada kedalaman sungai Cimanuk konon terdapat sebuah kerajaan Jin dengan Istananya yang gemerlap.

Satu masyarakat lain menyebutnya hanya sebatas kerajaan Jin, adalagi yang menyebutnya dengan istilah kerajaan Pulomas, yang dipimpin oleh Raja Jin yang sakti mandraguna. Dalam babad Indramayu disebutkan bahwa dalam rangka membangun Indramayu, Arya Wiralodra sempat bertempur dengan Raja kerajaan siluman tersebut, oleh karena pada awalnya pendirian Indramayu menggangu ekosistem Setan/Jin di Cimanuk.

Bagi masyarakat desa yang desanya terdapat diarea bantaran/tanggul sungai cimanuk, pada kisaran Tahun 50-80 aN menurutnya sudah tidak asing lagi dengan penampakan-penampakan mistis di Cimanuk, seperti suara kuda berlari bala tentara tempo dulu yang hilir mudik berjalan beriringan diatas sungai Cimanuk, penampakan Jangjitan (manusia-manusia kecil/sejenis Tuyul) di Hutan Tanggul Cimanuk, Penampakan Buncul (Hewan Gahaib) Penampakan Buaya Putih, bebunyian atau tetaluan/gamelan dan lain sebagainya.

Namun kisah-kisah tersebut kemudian seperti musnah ditelan oleh jaman, ketika pada tahun 90 an Indramayu secara keseluruhan teraliri aliran listrik. Kisah-kisah mistis tersebut seolah hilang tertutupi komederenan jaman.

Kisah mengenai Kerajaan Jin Cimanuk kemudian kembali muncul pada tahun 2000 an. Kisah tersebut bermula dari pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Bangkaloa Ilir di barat dan Desa Pilangsari di timur, jembatan ini dibangun melintasi sungai Cimanuk dengan panjang 1 Km lebih. Dalam pembangunannya konon ditemukan keanehan-keanehan seperti susahnya dalam membuat cor-coran dalam pondasi jembatan dan lain sebagainya. Serta kisah-kisah mistis mengenai adanya berbagai macam bebauan yang dirasakan pekerja proyek pembuatan jembatan tersebut.

Setelah selesainya proyek pembangunan jembatan Bangkaloa Ilir tersebut, dahulu orang-orang yang pernah terlibat dalam pembangunan proyek tersebut (mandor/pekerja) didapati meninggal, meskipun proses meninggalnya tersebut dikatakan wajar (akibat Kecelakaan/sakit) akan tetapi masyarakat sekitar menyangkut pautkan dengan hal-hal mistis, katanya meninggalnya karena wadal kerajaan siluman sungai Cimanuk.

Kasus kemudian bertambah runcing ketika seorang Ibu-ibu yang koma akibat sesuatu kecelakaan/sakit tersadarkan diri setelah kurang lebih 2 bulan masa koma, setelah sadar Ibu-ibu tersebut menceritakan bahwa:
"Dalam koma itu dia dipekerjakan di Dapur Istana Kerajaan Jin Cimanuk, tugasnya sehari hari ngelap godong gedang (membersihkan daun pisang) yang digunakan sebagai alas untuk makan para penghuni kerajaan sungai Cimanuk, selain itu menurutnya juga didalam masa koma tersebut dia melihat mantan mandor /pekerja pembuatan jembatan Cimanuk Bangkaloa Ilir tersebut dijadikan abdi dalem di Istana tersebut, bahkan dikatakan orang-orang di Desanya yang dahulu meninggal di atas jembatan Cimanuk baik karena kecelakaan tunggal maupun kecelakaan non tunggal (tabrakan) terlihat menjadi abdi dalem di Istana jin tersebut. Karena dalam setiap hari ibu-ibu tersebut dipekerjakan sebai pembersih daun pisang yang bertumpuk-tumpuk banyaknya, ibu-ibu tersebut merasa tidak betah, ingin pulang dan terus menerus menangis, sehingga salah satu tentara kerajaan Jin Cimanuk tersebut kemudian menayakan prihal mengapa ibu-ibu tersebut menangis, ibu-ibu tersebut kemudian menjawab ingin pulang, merasa kasihan salah satu tentara kerajaan tersebut menunjukan arah jalan pulang, dan setelah Ibu-ibu tersebut melangkah ke arah jalan pulang yang ditunjukan, tersadarlah kemudian ibu-ibu tersebut dari komanya".

Bagi setiap orang yang dahulu pernah diceritakan mengenai keberadaan kerajaan Jin di Cimanuk, tentu kisah diatas menjadi penguat baginya, dan bagi anak-anak muda yang belum pernah mendengar kisah-kisah orang-orang tua dahulu tentu peristiwa tersebut memberikan pengetahuan baru bagi mereka, terlepas apakah pengetahuan tersebut benar atau tidak, yang jelas kisah tersebut memang dituturkan sedari dulu adanya.

Ada hal menarik dari Legenda Kerajaan Siluman Sungai Cimanuk diatas jika dikaitkan dengan sejarah tempo dulu, karena pada dasarnya bahwa legenda biasanya timbul akibat penyaampian sejarah yang dilebih-lebihkan oleh si penyampai hingga akhirnya sejarah tersebut kemudian tenggelam dan muculah legenda. Sejarah jadi legenda, legenda kemudian menjadi mitos.

Ada beberapa kemungkinan yang timbul dari terbitnya legenda kerajaan jin di Cimanuk, salah satunya adalah mengenai kisah Kerajaan Manukrawa yang pernah berdiri di bantaran/tanggul sungai Cimanuk. Dalam Naskah wangsa Kerta Kerajaan manukrawa tersebut muncul sejaman dengan kerajaan Tarumanegara. Dalam Ktab Negara Kertabumi Kerajaan Manukwara dipimpin oleh seorang Raja bernama Bongalpati Kerajaan tersebut terletak di tepian muara sungai Cimanuk, dan musnah akibat banjir bandang.

Dalam Naskah Wangsakerta (Pustaka Rajya rajya i bhumi Nusantara) bahwa di era Purnawarman dan sesudahnya, Tarumanagara membawahi kerajan-kerajaan:

1.       Salakanagara (di Pandeglang)
2.       Cupunagara (daerah Subang dan Indramayu / aliran sungai Cipunagara)
3.       Nusa Sabay,
4.       Purwanagara,
5.       Hujung kulwan (ujung kulon di Pandeglang)
6.       Gunung Kidul
7.       Purwalingga (Purbalingga, Jawa Tengah)
8.       Agrabinta (Cianjur)
9.       Mandalasabara,
10.   Bhumisagandu (di Majalengka)
11.   Paladu,
12.   Kosala (di rangkasbituung)
13.   Legon (di Sedang)
14.   Indraprahasta (di Cirebon)
15.   Manukrawa (Cimanuk, Indramayu)
16.   Malabar (di Bandung / Pangalengan)
17.   Sindangjero
18.   Purwakerta (di Purwokerto, Jawa Tengah)
19.   Wanagiri,
20.   Purwagaluh (di Banyumas, Jawa tengah)
21.   Cangkuang (di Garut  atau Ciamis)
22.   Sagara
23.   Kubang Giri (di Tegal, Jawa tengah)
24.   Cupu giri atau gunung cupu, (dekat  Cihaurbeuti Ciamis)
25.   Alengka (di kabupaten  Bandung)
26.   Manik Parwata atau Gunung Manik,
27.   Salaka gadang,
28.   Pasirbatang (di banyumas)
29.   Karangsindulang ( di kabupaten Bandung / Cicalengka)
30.   Bitung Giri atau Gunung Bitung (di Majalengka)
31.   Tanjungkalapa,
32.   Pakuan Sumurwangi,
33.   Kalapagirang,
34.   Tanjung Camara (di Kuningan)
35.   Sagarapasir,
36.   Rangkas (di Pandeglang)
37.   Pura dalem (di Karawang)
38.   Linggadewa,
39.   Wanadatar,
40.   Jati Ageung, (di Kuningan)
41.   Satyaraja,
42.   Wanajati
43.   Rajatapura (di Pandeglang)
44.   Sundapura (di Bekasi)
45.   Duakalapa (di kalapa dua (Bantarujeg Majalengka atau Tasik malaya selatan)
46.   Pasir Muara (di Bogor)
47.   Pasir Sanggarung (di Cirebon)
48.   Indihiyang (di Tasikmalaya)

Jika merujuk pada naskah di atas dapatlah dipahami bahwa Manukrawa merupakan bawahan dari banyak bahahan Kerajaan Tarumanegara, terletak di Cimanuk yang sekarang bernama Indramayu.

Dan oleh karena itulah kabar mengenai kerajaan Polomas, atau kerajaan bangsa siluman (Jin) yang berada di dasar sungi Cimanuk, ada kemungkinan legenda  tersebut muncul berdasarkan peristiwa banjir bandang besar yang menenggelamkan kerajaan manukwara sehingga secara turun temurun masyarakat mempercayai jika kerajaan tersebut masih ada akan tetapi pindah ke alam lain. Karena begitulah memang sejarah menjadi legenda, kemudian legenda menjadi mitos.


Sunday, December 9, 2018

BAHASA


Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāā) adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah bahasa disebut ilmu linguistik.

Perkiraan jumlah bahasa di dunia beragam antara 6.000–7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung pada suatu perubahan sembarang yang mungkin terjadi antara bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tetapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia bersifat independen terhadap modalitas. Sebagai konsep umum, "bahasa" bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat mempelajari dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna tertentu.

Bahasa lisan dan bahasa isyarat memiliki sebuah sistem fonologis yang mengatur bagaimana simbol digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem, dan suatu sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digabungkan untuk membentuk frasa dan penyebutan.

Bahasa manusia unik karena memiliki sifat-sifat produktivitas, rekursif, dan pergeseran, dan karena secara keseluruhan bahasa manusia bergantung pula pada konvensi serta edukasi sosial. Strukturnya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi hewan yang diketahui.

Sejak zaman hominin, bahasa diperkirakan mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi antarprimata. Primata kemudian mulai memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas. Perkembangan tersebut terkadang diperkirakan bersamaan dengan meningkatnya volume otak, dan banyak ahli bahasa berpendapat bahwa struktur bahasa berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa diproses pada banyak lokasi yang berbeda pada otak manusia, terutama di area Broca dan area Wernicke.

Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita, dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih kurang lebih pada umur tiga tahun. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia. Oleh karena itu, selain digunakan untuk berkomunikasi, bahasa juga memiliki banyak fungsi sosial dan kultural, misalnya untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial, dan untuk dandanan sosial dan hiburan.

Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu, dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan sifat-sifat mana yang harus dimiliki oleh bahasa leluhurnya supaya perubahan nantinya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai rumpun bahasa.

Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga Indo-Eropa. Termasuk di dalamnya adalah bahasa seperti Inggris, Spanyol, Portugis, Rusia, dan Hindi; Bahasa Sino-Tibet, yang melingkupi Bahasa Mandarin, Cantonese, dan banyak lainnya; Rumpun bahasa Afro-Asiatik yang melingkupi Arab, Amhar, Somali, dan Hebrew; dan bahasa Bantu, yang melingkupi Swahili, Zulu, Shona, dan ratusan bahasa lain yang digunakan di Afrika. Konsensusnya adalah antara 50–90% bahasa yang digunakan sejak awal abad ke-21 kemungkinan akan punah pada tahun 2100.[1] [2]

Asal mula bahasa
Artikel ini berisi uraian tentang asal mula bahasa alamiah. Untuk asal mula bahasa pemrograman, lihat Sejarah bahasa pemrograman.
Asal mula bahasa pada spesies manusia telah menjadi topik perdebatan para ahli selama beberapa abad. Walaupun begitu, tidak ada kesepakatan umum mengenai kapan dan umur bahasa manusia secara pasti. Salah satu permasalahan yang membuat topik ini sangat sulit dikaji adalah kurangnya bukti langsung. Akibatnya, para ahli yang ingin meneliti asal mula bahasa harus menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti lain seperti catatan-catatan fosil atau bukti-bukti arkeologis, keberagamanan bahasa kontemporer, kajian akuisisi bahasa, dan perbandingan antara bahasa manusia dengan sistem komunikasi hewan, terutama sistem komunikasi primata lain. Secara umum ada kesepakatan bahwa asal mula bahasa manusia berkaitan erat dengan asal usul perilaku manusia modern, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai implikasi-implikasi dan keterarahan hubungan keduanya.

Langkanya bukti empiris membuat banyak ahli menganggap topik ini tidak dapat dijadikan kajian penting. Pada tahun 1866, Société de Linguistique de Paris bahkan melarang perdebatan mengenainya. Larangan tersebut tetap berpengaruh di banyak negara barat hingga akhir abad ke-20.[1] Sekarang, ada banyak hipotesis mengenai bagaimana, kenapa, kapan dan di mana bahasa mungkin pertama kali muncul. [2] Tampaknya tidak begitu banyak kesepakatan pada saat ini dibandingkan seratus tahun lalu, saat teori evolusi Charles Darwin lewat seleksi alam-nya menimbulkan banyak spekulasi mengenai topik ini. [3] Sejak awal 1990-an, sejumlah ahli bahasa, arkeologis, psikologis, antropolog, dan ilmuwan profesional lainnya telah mencoba untuk menelaah dengan metode baru apa yang mereka mulai pertimbangkan sebagai permasalahan tersulit dalam sains. [4]

BAHASA MENURUT PARA AHLI

1.    Bloch dan Trager
Bahasa mempunyai struktur yang tersusun secara teratur tentang bunyi serta urutan bunyi bahasa yang mempunyai sifat manasuka serta dengan sistem tersebut sebuah kelompok sosial untuk bekerja sama.

2.    Sudaryono
Bahasa merupakan sarana berkomunikasi secara efektif meskipun masih tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa tersebut dapat menjadi suatu sarana komunikasi yang menjadi sumber dari kesalahpahaman.

3.    Saussure
Bahasa merupakan sebuah objek pada semiologi.

4.    MC. Carthy
Bahasa merupakan praktik yang sangat tepat untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berfikir.

5.    William A. Haviland
William A. Haviland berpendapat bahwa pengertian bahasa ialah sistem bunyi yang ketika digabungkan menurut aturan akan dapat menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang sedang berbicara dengan menggunakan bahasa tertentu.

6.    Tarigan
Bahasa merupakan sistem yang tersusun secara sistematis yang kemungkinan dipakai pada sistem generatif serta menjadi lambang atau simbol yang arbitrer.

7.    Santoso
Bahasa adalah rangkaian bunyi yang dikeluarkan melalui pengucapan manusia dalam saat kondisi sadar.

8.    Mackey
Bahasa merupakan bentuk serta keadaan ataupun sistem lambang bunyi yang arbitrer atau berasal dari tatanan yang terdapat didalamnya berbagai sistem.

9.    Wibowo
Bahasa adalah sistem persimbolan bunyi yang mempunyai berbagai makna dan artikulasi yang dihasilkan alat ucap secara arbitrer serta konvensional yang digunakan untuk alat berkomunikasi kepada sekelompok umat manusia supayat melahirkan perasaan dan juga pikiran.

10.  Walija
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang sangat lengkap serta efektif guna untuk menyampaikan pesan, perasaan, maksud, ide, dan pendapat untuk orang lain.

11.  Syamsuddin
Pengertian bahasa menurut syamsuddin adalah alat yang digunakan dalam membentuk perbuatan, pikiran, perasaan, serta keinginan dimana menggunakan alat untuk mempengaruhi dan dipengaruhi.

12.  Pengabean
Pengertian bahasa menurut Pengabean, bahasa merupakan sistem yang dipakai untuk melaporkan serta menyampaikan segala yang berproses pada sistem saraf.

13.  Soejono
Soejono berpendapat bahwa pengertian bahasa merupakan sarana untuk menghubungkan rohani yang penting dalam kehidupan secara bersama.

14.  Gorys Keraf
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi satu sama lain dan berupa simbol bunyi yang berasalkan dari alat ucap yang dimiliki manusia.

15.  Finoechiaro
Bahasa merupakan sistem simbol vokal yang arbitrer serta dapat memungkinkan semua orang untuk berada dalam suatu kebudayaan tertentu ataupun orang lain yang akan mempelajari sistem kebudayaan tersebut yaitu dengan cara berkomunikasi ataupun berinteraksi.

16.  Kamus Linguistic
Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh masyarakat dalam berinteraksi, mengidentifikasi diri, serta bekerjasama.

17.  Fodor
Bahasa merupakan sistem tanda serta simbol yang saling berhubungan dengan memiliki sifat yang konvensional dimana mempunyai sifat ataupun ciri-ciri tertentu yang dipunyai pada situasi atau benda yang dimaksud tersebut.

18.  Bolinger
Bahasa merupakan sistem fonem yang terbentuk karena perbedaan bunyi, sintaksis, serta sistem morfem untuk dapat mengungkapkan makna yang ada hubungannya dengan dunia luar, dunia luar yang dimaksud adalah kenyataan.

19.  Felicia
Bahasa merupakan alat yang dipakai untuk berkomunikasi dan dapat berupa tulis ataupun tulisan.

20.  Owen
Bahasa ialah sebuah sistem konvensional untuk menyampaikan konsep dengan melalui manfaat dari berbagai simbol yang diinginkan serta untuk mengkombinasikan segala simbol yang diatur dan juga mempunyai suatu ketentuan.

21.  Carrol
Bahasa adalah sistem berstruktural tentang bunyi serta urutan bunyi bahasa yang bersifat manasuka, yang dipakai ataupun dapat digunakan untuk berkomunikasi antar sesama sekelompok manusia dan secara agak tuntas untuk memberi nama kepada berbagai jenis benda, peristiwa, serta proses yang ada dalam lingkungan hidup umat manusia.

22.  Harimurti Kridalaksana
Bahasa adalah sistem bunyi yang memiliki makna serta digunakan dalam berkomunikasi antar sesama umat manusia.

23.  DEPDIKNAS 2005
Bahasa merupakan sebuah ucapan yang berasal dari perasaan serta pikiran manusia yang disampaikan secara teratur dan dengan memakai bunyi sebagai mediumnya.

24.  Harun Rasyid, Mansyur dan Suratno
Bahasa ialah struktur serta makna yang terbebas dari penggunanya sebagai sebuah tanda guna menyimpulkan maksud dan tujuannya.

25.  Hasan Alwi
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer dimana dapat untuk dimanfaatkan semua orang dalam berinteraksi, bekerjasama, serta mengenali diri terhadap percakapan yang baik serta tingkah laku dan sopan santun.

26.  Bill Adams
Bahasa merupakan sistem pengembangan psikologi setiap individu dalam konteks yang intersubjektif.

27.  Wittgenstein
Bahasa ialah sebuah bentuk pemikiran yang dapat untuk dipahami serta mempunyai suatu hubungan dengan kenyataan, memiliki struktur, serta bentuk yang logis.

28.    D.P. Tambulan
Bahasa ialah suatu cara guna memahami pikiran dan perasaan manusia serta untuk menyatakan isi dari pikiran dan perasaan tersebut.

29.    Ferdinand De Saussure
Bahasa merupakan salah satu ciri yang menjadi pembeda, hal ini karena dengan memakai bahasa maka setiap kelompok yang ada pada masyarakat dapat menjadi dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dengan kelompok lain.

30.  Plato
Plato berpendapat bahwa pengertian bahasa adalah pernyataan yang ada pada pikiran seseorang dengan memakai perantaraan rhemata (ucapan) serta onomata (nama benda atau sesuatu) yang merupakan cerminan ide seseorang dalam arus udara dengan melalui media yaitu mulut.




Tuesday, November 27, 2018

SASTRA

Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekadar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.

1.       Sastra Nusantara
·         Sastra Bali
·         Sastra Banjar
·         Sastra Batak
·         Sastra Bugis
·         Sastra Indonesia (Modern)
·         Sastra Jawa
·         Sastra Madura
·         Sastra Makassar
·         Sastra Melayu
·         Sastra Minangkabau
·         Sastra Sasak
·         Sastra Sunda
·         Sastra Lampung
·         Sastra Aceh

2.       Sastra Barat ( Eropa dan jajahanya )
·         Sastra Belanda
·         Sastra Inggris
·         Sastra Italia
·         Sastra Jerman
·         Sastra Latin
·         Sastra Perancis
·         Sastra Rusia
·         Sastra Spanyol
·         Sastra Yunani

3.       Sastra Asia
·         Sastra Arab
·         Sastra Tiongkok
·         Sastra Ibrani
·         Sastra India Modern
·         Sastra Jepang
·         Sastra Parsi
·         Sastra Sanskerta
·         Sastra Melayu

4.       Sastra Dunia


Sastra Menurut Para Ahli

1.    Mursal Esten
Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. dan masyarakat melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia kemanusiaan.

2.    Semi
Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

3.    Panuti Sudjiman
Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.

4.    Ahmad Badrun
Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.

5.    Eagleton
Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.

6.    Plato
Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

7.    Aristoteles
Sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

8.    Robert Scholes
Tentu saja, sastra itu sebuah kata, bukan sebuah benda

9.    Supardi
Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan social.

10. Taum
Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”

11. Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski
Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

12. Wellek dan Warren
Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

13. Lefevere
Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

14. KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia )
Sastra Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : 2008 adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.